Archive

Archive for the ‘bola’ Category

Persija Melaju ke Perempatfinal

March 12, 2009 Leave a comment

Persija Jakarta mengakhiri partai leg kedua kontra Persiba Balikpapan dengan sembilan pemain kendati tetap bisa memaksakan skor 2-2. Persija lolos ke babak delapan besar Copa Dji Sam Soe dengan agregat 5-2 berkat kemenangan 3-0 di leg pertama.

Dalam partai di Stadion Persiba Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (11/03/2009), dua gol Persiba dicetak Musafry di menit ke-13 dan Trinidad pada menit 89. Sedangkan gol Persija dihasilkan Agus Indra pada menit 56 dan Greg Nwokolo di menit ke-58.

Di menit awal babak pertama, Persiba langsung menggebrak pertahanan Persija melalui striker Musafry. Sebaliknya, Persija yang dimotori Aliyudin juga bisa bikin repot barisan belakang tuan rumah yang dikomandani Mijo Dadic.

Dengan keuntungan bermain di hadapan suporternya, semangat anak-anak Persiba berkobar. Tim besutan Daniel Rukito itu bisa menjebol gawang Persija lewat sepakan Musafry yang memperdaya penjaga gawang Persija Hendro Kartiko.

Di babak kedua, ketertinggalan 1 gol tidak menyurutkan semangat Persija. Agus Indra yang masuk menggantikan Aliyudin berhasil memanfatkan kelengahan pemain belakang Persiba untuk menjebol gawang Persiba yang dikawal I Made Wirawan.

Mampu menyamakan kedudukan, ‘Macan Kemayoran’ semakin meningkatkan tempo permainan. Tiga menit usai gol pertama, Persija berbalik unggul berkat Greg Nwoklo.

Dalam keadaan tertinggal, tensi tuan rumah meninggi dan memeragakan permainan keras menjurus kasar. Persija pun ikut terpancing sampai-sampai Ponaryo Astaman mengawal lini tengah tim tamu diganjar kartu merah oleh wasit.

Berselang 10 menit kemudian, Persija kembali kehilangan pemain usai Pierre Njanka diusir wasit lantaran mengganjal Adrian Trinidad. Tapi, Persiba gagal memanfaatkan keunggulan pemain dan cuma bisa menambah satu gol lewat tendangan 12 pas  Trinidad.

Advertisements
Categories: bola

Sampdoria vs AS Roma

March 12, 2009 Leave a comment

Bila Inter dan Juve berkejaran untuk meraih scudetto, lain halnya dengan Roma. Kondisi mereka di klasemen saat ini, tertinggal 18 poin dari pemuncak klasemen, membuat Gialorossi bersikap realistis dengan mematok posisi empat besar sebagai target akhir musim.

Akhir pekan ini Roma akan bertandang ke markas Sampdoria. I Blucherchiati sangat kuat di kandang dengan mencatat tujuh kemenangan dan baru tiga kali kalah. Inter Milan pernah dibekap tiga gol tanpa balas di ajang Copa Italia baru-baru ini.

Di ajang Seri A, Il Samp tak pernah kalah dari tim besar kala berlaga di Luigi Ferraris. Rinciannya, Inter dan Juventus ditahan imbang masing-masing dengan skor 1-1 dan 0-0, sementara AC Milan dibekuk dengan angka 2-1.

Catatan mentereng Antonio Cassano dkk. berbanding terbalik dengan Roma yang kalah tujuh kali di kandang lawan dan hanya mampu empat kali menang dalam partai away.

Adapun tim elit lain, AC Milan, minggu ini akan menghadapi Siena. Kemenangan 3-0 atas Cagliari akan percuma lagi kalau Carlo Ancelotti tidak mempersembahkan tiga poin di Artemio Franchi hari Ahad. (15/3). Kalau gagal, maka tekanan pada dia dipastikan muncul lagi.

Satu-satunya wakil Italia yang masih berlaga di kompetisi Eropa adalah Udinese, yang di babak 16 besar Piala UEFA akan bertemu juara bertahan Zenit St Petersburg. Sebelum melakoni agenda itu pada Kamis depan, terlebih dulu mereka akan berduel  melawan Catania.

Categories: bola

Pahlawan Spanyol

September 18, 2008 Leave a comment

Casillas, Pahlawan Baru Spanyol

Tidak henti-hentinya Iker Casillas menghadirkan kejutan bagi penikmat sepakbola. Terakhir, aksi heroiknya mempertahankan gawang Timnas Spanyol memberi jalan bagi tim tersebut melangkah ke semifinal Euro 2008. Bukti sahih kehebatan kiper Real Madrid ini tersaji saat ia mampu mementahkan dua eksekusi penalti pemain Italia. Spanyol pun unggul adu penalti dengan skor 4-2.

Pada partai tersebut, Spanyol memang lebih banyak mengkreasikan serangan-serangan berbahaya ke kubu Italia. Meski demikian, Italia tetap bukan tim sembarangan. Serangan balik mereka kerap merepotkan barisan pertahanan Tim Matador, sehingga peluang-peluang emas pun kerap terjadi di mulut gawang Spanyol. Namun, Luis Aragones beruntung memiliki kiper sekaliber Casillas. Kiper yang juga menjadi kapten Spanyol ini sukses mementahkan berbagai peluang-peluang tersebut dan membuat striker tajam Italia, Luca Toni, mati kutu.

Dalam drama adu penalti, hampir semua pihak mengunggulkan Italia. Faktor pengalaman serta mental yang lebih terasah dijadikan dasar memilih Italia ketimbang Spanyol. Terlebih kiper Italia, Gianluigi Buffon, boleh dibilang merupakan kiper terbaik dunia saat ini. Casillas memang punya segudang pengalaman, namun jika dibandingkan dengan Buffon, di atas kertas Buffon memang lebih cemerlang dalam hal menahan eksekusi penalti.

Sepakbola memang bukan hitung-hitungan di atas kertas. Casillas pun membuktikan bahwa ia juga memiliki mental juara serta kemampuan menahan penalti yang tidak kalah dibandingkan dengan Buffon. Terbukti, ia mampu menahan eksekusi Daniele De Rossi dan Antonio Di Natale.

Dengan performa gemilang yang ditunjukkan di Austria-Swiss, tidak heran jika banyak klub yang tertarik dengan dirinya. Namun dapat dipastikan, Casillas tidak akan pindah ke lain hati. Selain sudah diikat dengan kontrak jangka panjang di Real Madrid, klub tersebut juga boleh dibilang sebagai rumah Casillas sebab di sanalah ia memulai karir sejak masih belia. Dan kemungkinan besar, kiper yang mendapat julukan Saint ini dari para fans Madrid juga akan menutup karir di klub tersebut.

Categories: bola

kedigdayaan Yunani di piala eropa 2004

September 18, 2008 Leave a comment

Tidak ada yang memprediksi bahwa Yunani akan mampu berbicara banyak di Piala Eropa 2004. Terlebih di awal turnamen pun mereka tergabung di grup yang berat, Grup A, yang dihuni oleh Portugal, Spanyol, dan Rusia. Namun, kejutan tidak henti-hentinya diberikan oleh Yunani. Di akhir turnamen, mereka membalikkan semua prediksi dan membawa pulang trofi Piala Eropa pertama mereka.

Kejutan awal diberikan saat mereka menang 2-1 atas tuan rumah, Portugal. Di pertandingan selanjutnya, mereka bermain imbang 1-1 dengan Spanyol dan kalah 1-2 dari Rusia di pertandingan terakhir penyisihan grup. Hasil ini membawa Yunani lolos ke perempat final dan didampingi Portugal yan menyandang status runner up grup.

Di perempat final, Yunani bertemu dengan tim kuat, Prancis. Kembali, permainan kolektif serta disiplin Yunani memakan korban. Mereka menelan Prancis lewat gol tunggal Angelos Charisteas. Republik Ceska menantang Yunani di semifinal. Lagi-lagi, bermodal semangat dan kedisiplinan, anak-anak asuhan Otto Rehhagel, mampu menelan lawannya lewat silver goal Traianos Dellas.

Pada partai pamungkas, Yunani kembali bertemu dengan lawan pertama mereka, Portugal. Meski di pertemuan sebelumnya mereka mampu menundukkan Portugal, tetap saja sedikit sekali khalayak yang menjagokan Yunani bakal tampil jadi jawara. Namun, sejarah membuktikan, mereka tidak dapat dihentikan. Para pendukung tuan rumah yang memenuhi Estadio da Luz, dibuat terdiam kala Angelos Charisteas mencetak gol kemenangan Yunani di menit ke-57. Maka, untuk pertama kalinya, tim ‘bajak laut’ membawa pulang trofi Henry Delaunay.

Categories: bola